|
YAYASAN
KEPHARMASIAN SURABAYA
SMK
FARMASI SURABAYA
Jl. Kapasari 3 – 5 Telp. 3710619
Surabaya
|
Nama : ______________________
Kelas/No.Absen
:________________
Tanggal : ______________________
|
NILAI
(Paraf Pembimbing)
|
LEMBAR KERJA PRAKTIK FARMAKOGNOSI
I. JUDUL PRAKTIKUM :
Identifikasi
Simplisia dan Tanaman Obat (Amylum) secara Mikroskopis
II. TUJUAN
PRAKTIKUM :
Siswa
Mampu Mengidentifikasi Simplisia dan Tanaman Obat (Amylum) secara Mikroskopis
III. PENDAHULUAN :
1.
Pengertian Mikroskop
Mikroskop adalah alat bantu yang digunakan untuk
melihat dan mengamati benda-benda yang berukuran sangat kecil yang tidak mampu
dilihat dengan mata telanjang. Kata Mikroskop berasal dari bahasa latin, yaitu
“mikro” yang berarti kecil dan kata “scopein” yang berarti melihat. Benda kecil
dilihat dengan cara memperbesar ukuran bayangan benda tersebut hinga
berkali-kali lipat. Bayangan benda dapat dibesarkan 40 kali, 100 kali, 400
kali, bahkan 1000 kali, dan perbesaran yang mampu dijangkau semakin meningkat
seiring dengan perkembangan teknologi . Ilmu yang mempelajari objek-objek
berukuran sangat kecil dengan menggunakan mikroskop disebut Mikroskopi.
Mikroskop ditemukan oleh Anthony Van Leewenhoek, penemuan ini sangat membantu
peneliti dan ilmuan untuk mengamati objek mikroskopis.Kata Mikroskop berasal
dari bahasa latin, yaitu “mikro” yang berarti kecil dan kata “scopein” yang
berarti melihat.
Ilmu yang mempelajari objek-objek berukuran sangat
kecil dengan menggunakan mikroskop disebut Mikroskopis
2.
Jenis-jenis Mikroskop (http://www.softilmu.com/2015/01/Pengertian-Fungsi-Macam-Bagian-Mikroskop-Adalah.html)
Ø Jenis-jenis Mikroskop Berdasarkan Jumlah Lensanya
Mikroskop
pada dasarnya menggunakan sistem kerja optik. Dimana benda yang ukurannya mikro
(sangat kecil) tidak bisa dilihat dengan mata secara langsung. Maka
digunakanlah lensa untuk memperbesar penampakan objek. Berdasarkan penggunaan
lensanya, mikroskop dibagi menjadi dua.
A. Mikroskop Monokuler
Mikroskop
Monokuler. (sportsmanguide.com)
Mikroskop
monokuler menggunakan satu lensa pembesar saja. Penampakan objek yang
ditampilkan sudah cukup terlihat jelas. Namun untuk jenis mikroskop seperti ini
hanya mampu diguakan untuk melihat objek yang sederhana. Biasanya berupa benda
yang sangat tipis atau kecil, misalkan gambar penampang sel tumbuhan maupun
hewan. Jadi lensa ini umumnya dapat dijumpai di ruang laboratorium sekolah.
B. Mikroskop Binokuler
Mikroskop
Binokuler. (medicalexpo.com)
Mikroskop
binokuler menggunakan dua lensa pembesar. Dimana fungsi lensa pertama dikuatkan
lagi dengan lensa kedua. Sehingga mampu mempertajam penampakan benda meski
ukurannya mikro. Misalkan saja bakteri yang terdapat dalam sebuah objek amatan.
Jadi bisa dibilang mikroskop binokuler jauh lebih efisien jika dipakai untuk
mengamati sel yang amat kecil. Oleh sebab itu jenis mikroskop ini banyak
digunakan di laboratorium medis baik di rumah sakit maupun di farmasi.
Ø Jenis-jenis Mikroskop Berdasarkan Sumber
Cahaya
Selayaknya
kerja sebuah optik, benda objek dapat terlihat jika ada cahaya yang memantukan
objek pada lensa. Sama halnya dengan mikroskop, harus ada sumber cahaya yang
dapat memantulkan wujud dari objek. Berdasarkan sumber cahayanya, mikroskop
dapat dibedakan menjadi dua.
A. Mikroskop Cahaya
Mikroskop
Monokuler. (sportsmanguide.com)
Mikroskop
cahaya mengandalkan sumber cahaya dari sinar matahari atau lampu dalam ruangan.
Jenis mikroskop ini memiliki beberapa kelemahan, terutama pada
ketergantungannya terhadap cahaya luar. Apabila sedang mendung atau mati
listrik, maka mikroskop ini tidak bisa digunakan. Sehingga penggunaannya hanya
efektif untuk penelitian kecil degan durasi waktu yang singkat. Jenis mikroskop
cahaya banyak ditemukan di laboratorium sekolah atau laboratorium medis kecil.
B. Mikroskop Elektron
Mikroskop
elektron bisa dibilang adalah penyempurnaan dari mikroskop cahaya. Dimana
sumber cahaya yang digunakan berasal dari dalam mikroskop sendiri. Komponen
elektro statik dan elektro dinamiknya akan mengatur intenstas pencahayaan
mikroskop. Selain itu, penampakan gambar yang dihasilkan jauh berlipat-lipat
kali dengan mikroskop cahaya. Oleh sebab itu, mikroskop ini banyak digunakan di
laboratorium medis, farmasi, serta badan penelitian dan riset lanjut.
Ø Jenis-jenis Mikroskop Berdasarkan Nama dan
Kegunaannya
A. Mikroskop Cahaya
Mikroskop
cahaya memiliki kemapuan perbesaran maksimal 1000 kali. Sumber cahaya yang
digunakan berupa sinar matahari atau lampu. Sedangkan lensa yang dipakai
terdiri dari tiga jenis; lensa obyektif, okuler dan kondensor. Cara kerjanya
adalah sumber cahaya dipantulkan oleh lensa kondensor di bawah mikroskop pada
objek di atasnya. Penampakan objek diterima oleh lensa okuler (bisa
monokuler/satu atau binokuler/dua) untuk diperbesar. Kemudian diperjelas di
lensa obyektif di ujung atas tabung.
·
Mikroskop Fase Kontras (PCM)
Mikroskop Fase
Kontras. (microscope.com)
Mikroskop ini
digunakan untuk menangkap penampakan objek hidup berukuran mikro. Biasanya
digunakan untuk meneliti jaringan/sel yang masih hidup. Utamanya untuk
jaringan/sel hidup yang tidak dapat ditembus atau pun diwarnai.
Prinsip Kerja Mikroskop
Fase Kontras (Phase Contrast Microscope):
Jaringan/sel
yang tidak dapat ditembus atau diwarnai pada dasarnya bereaksi terhadap cahaya.
Sehngga melakukan interaksi dengan materi sekitar inti. Interaksi tersebut
dinamakan fase, yang tidak dapat ditangkap mata. Namun dengan perubahan
diafragma pada lensa, objek akan menimbulkan kontras yang mampu dilihat oleh
mata.
·
Mikroskop Medan Terang (BFM)
Mikroskop
Medan Terang. (visualinspectiontechnology)
Mikroskop ini
digunakan untuk menangkap penampakan objek hidup berukuran amat kecil. Biasanya
seperti bakteri mikro yang nyaris tak terlihat sama sekali.
Prinsip Kerja Mikroskop
Medan Terang (Bright-Field Microscope):
Sama seperti
mikroskop cahaya, hanya saja tanpa menggunakan kondensor. Namun untuk lensa
obyektifnya memakai lensa khusus sehingga yang muncul hanya efek terang saja.
Jadi penampakan objek terlihat gelap dengan bagian sekitarnya terang. Sebab
cahaya yang masuk diteruskan langsung tanpa melalui kndensor pengatur
intensitas cahaya masuk.
·
Mikroskop Medan Gelap (DFM)
Mikroskop
Medan Gela. (tavcso.hu)
Mikroskop ini
kebalikan dari mikroskop medan terang. Fungsinya juga sama, untuk mengetahui
penampakan objek mikroskopi hidup. Bedanya hanya pada prisnsip kerjanya saja.
Prinsip Kerja Mikroskop
Medan Gelap (Dark-Field Microscope):
Sama seperti
mikroskop cahaya hanya kebalikan dari mikroskop medan terang. Ada mikroskop
medan gelap menggunakan kondensor khusus. Dimana cahaya dipantulkan membentuk
ruang gelap dan titik cahaya yang mengeai objek. Sehingga penampakan objek
terlihat terang dengan bagian sekitarnya terlihat gelap.
·
Mikroskop Pendar (FM)
Mikroskop
Pendar. (microscope.com)
Mikroskop ini
digunakan untuk mendeteksi keberadaan benda asing/antigen seperti bakteri,
virus, atau ricketsia. Untuk mikroskop biasa pastinya sulit, karena bentuknya
yang terselip dalam protein dalam sel. Namun dengan mikroskop pendar ini akan
nampak terlihat jelas.
Prinsip Kerja Mikroskop
Pendar (Flourenscence Microscope):
Pertama-tama
sel ditetesi serum khusus untuk memisahkan antigen dan rotein. Cairan tersebut
adalah cairan pendar yang bereaksi khas terhada antigen. Dimana warna antara
antibodi/sel tubuh dan warna antigen/benda asing nampak berbeda. Nah, dari
warna pendar antigen yang mencolok tersebut barulah diamati dan dapat diketahui
seperti apa antigen tersebut.
·
Mikroskop Ultraviolet (UM)
Mikroskop ini
meruakan modifikasi dari mikroskop cahaya. Dimana cahaya yang dipakai bukan
cahaya terlihat/cahaya matahari, melainkan sinar ultraviolet. Karena sinar
ultraviolet mempunyai panjang gelombang pendek, maka hasil penampakannya bisa
sampai dua kali lipat.
Prinsip Kerja Mikroskop
Ultraviolet (Ultraviolet Microscope):
Objek ditaruh
di bagian pengamatan, kemudian diberikan cahaya ultraviolet dari bagian
bawahnya. Karena tidak mungkin dilihat dengan mata, maka digunakan lembar film
untuk menagkap penampakannya. Jadi hasil penampakan akan terlihat dalam bentuk
lembar film mirip ronsen. Namun mikroskop ini jarang digunakan, karena
prosedurnya yang rumit dan harganya yang cukup mahal.
B. Mikroskop Elektron
Mikroskop
elektron mengandalkan pencahayaan yang berasal dari komponen elekro statik dan
elektro dinamik. Jenis mikroskop ini mempunyai daya perbesaran mencapai 100.000
kali. Cara kerjanya cukup rumit, dimana objek yang diambil penapakannya
diletakkan pada bagian lensa okuler canggih. Selanjutnya penampakan diperbesar
melalui pengaturan aliran elektrode yang ada di dalah mikroskop. Nah hasil dari
penampakan tersebut divisualisasikan dalam bentuk digital dan data di dalam
komputer. Jenis mikroskop elektron ada tiga, yakni Mikroskop Elektron Scanning
(SEM), Microskop Elektron Transmisi (SEM) dan Mikroskop Stereo.
·
Mikroskop Elektron Scanning (SEM)
Mikroskop
Elektron Scanning. (biotech.unl.edu)
Mikroskop ini
digunakan untuk menangkap penampakan permukaan benda saja. Objek yang diteliti
juga terbatas hanya pada benda konduktif saja. Selain itu penelitian harus dilakukan
dalam ruang vakum. Jika dibandingkan dengan TEM, SEM beresolusi lebih rendah.
Kekuatan perbesarannya mencapai 0.1 nm.
Prinsip Kerja Mikroskop
Elektron Scanning (Scanning Electrone Microscope):
Pistol
elektron (terbuat dari tungsten filament dan lanthanum hexaboride/LaB6)
memproduksi elektron yang dipercepat melalui anoda. Cahaya dari elekton
difokuskan di lensa magnetik ke objek. Sinar elektron terusannya kemudian
terfokus pada pemindai (scan) ke seluruh objek di koil pemindai. Setelah itu
muncul elektron yang mengenai sampel kemudian ditangkap oleh koil detektor dan
divisualkan ke monitor.
·
Mikroskop Elektron Transmisi (TEM)
Mikroskop ini
digunakan untuk menangkap penampakan fokus area terkecil benda. Objek yang
diteliti bisa apa saja, tetapi prosedur awal penanganan objek sangat rumit.
Butuh perlakuan khusus sampai objek bisa terlihat. Jika dibandingkan dengan
TEM, SEM beresolusi lebih rendah. Kekuatan perbesarannya mencapai 0.01-0.02 nm.
Prinsip Kerja Mikroskop
Elektron Transmisi (Transmission Electron Microscope):
Pistol
elektron (terbuat dari tungsten filament dan lanthanum hexaboride/LaB6)
memproduksi elektron yang dipercepat melalui anoda bertegangan tinggi (~100-300
kV). Cahaya dari elekton difokuskan melalui tabung Wehnelt ke lensa magnetik
menuju objek. Sinar elektron terusannya difokuskan oleh dua deflektor
berlawanan medan ke seluruh objek. Transmisi elektron tersebut diteruskan ke
detektor dan divisualkan ke monitor.
·
Mikroskop Stereo (SM)
Mikroskop
Stereo. (nexcesscdn.net)
Mikroskop
stereo memiliki kemapuan perbesaran maksimal hanya 7-30 kali saja. Sumber
cahaya yang digunakan berupa pencahayaan elektronik. Lensa yang dipakai sama
dengan lensa pada mikroskop cahaya. Cara kerjanya juga sama, hanya saja hasil
penampakannya berupa objek 3D. Jadi kita bisa melihat penampakan objek secara
mendetail, baik fisik maupun teksturnya secara tiga dimensi.
Prinsip Kerja Mikroskop
Stereo (Stereo Microscope):
Pistol
elektron (terbuat dari tungsten filament dan lanthanum hexaboride/LaB6)
memproduksi elektron yang dipercepat melalui anoda bertegangan tinggi (~100-300
kV). Cahaya dari elekton difokuskan pada benda yang berukuran makro untuk
mengetahui strukturnya. Kemudian elektron yang mengeai objek ditangkap detektor
dan divisualkan ke monitor. Biasanya tentang kedalaman, lengkungan, ruang atau
keraatan. Namun jika hanya sekedar kenampakan kasar, sumber cahaya bisa
menggunakan sinar pantul biasa.
3.
Fungsi Mikroskop
Mikroskop memiliki fungsi sebagai berikut :
- Fungsi utamanya adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang
-Fungsi lainnya dari mikroskop tetap akan berakar pada fugsi utamanya, bedanya beberapa jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail, contohnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu jenis objek mikroskopis saja.
Intinya Fungsi mikroskop tetap untuk mengamati objek dengan ukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang.
Mikroskop memiliki fungsi sebagai berikut :
- Fungsi utamanya adalah untuk melihat dan mengamati objek dengan ukuran sangat kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang
-Fungsi lainnya dari mikroskop tetap akan berakar pada fugsi utamanya, bedanya beberapa jenis mikroskop dibuat untuk fungsi yang lebih detail, contohnya ada jenis mikroskop yang dibuat hanya untuk mengamati satu jenis objek mikroskopis saja.
Intinya Fungsi mikroskop tetap untuk mengamati objek dengan ukuran sangat kecil (mikroskopis) yang tidak mampu dilihat dengan mata telanjang.
4.
Bagian-bagian Mikroskop (http://www.softilmu.com/2015/01/Pengertian-Fungsi-Macam-Bagian-Mikroskop-Adalah.html)
a. Bagian-Bagian Optik
·
Lensa Okuler, yaitu lensa yang terdapat di bagian ujung atas tabung pada gambar,
pengamat melihat objek melalui lensa ini. Lensa okuler berfungsi untuk
memperbesar kembali bayangan dari lensa objektif. Lensa okuler biasanya
memiliki perbesaran 6, 10, atau 12 kali.
·
Lensa Objektif, yaitu lensa yang dekat dengan objek. Biasanya terdapat 3 lensa
objektif pada mikroskop, yaitu dengan perbesaran 10, 40, atau 100 kali. Saat
menggunakan lensa objektif pengamat harus mengoleskan minyak emersi ke bagian
objek, minyak emersi ini berfungsi sebagai pelumas dan untuk memperjelas
bayangan benda, karena saat perbesaran 100 kali, letak lensa dengan objek yang
diamati sangat dekat, bahkan kadang bersentuhan.
·
Kondensor, yaitu bagian yang dapat diputar naik turun yang berfungsi untuk
mengumpulkan cahaya yang dipantulkan oleh cermin dan memusatkannya ke objek.
·
Diafragma, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya
yang masuk dan mengenai preparat.
·
Cermin, yaitu bagian yang berfungsi untuk menerima dan mengarahkan cahaya
yang diterima. Cermin mengarahkan cahaya dengan cara memantulkan cahaya
tersebut.
b. Bagian-Bagian Mekanik (Non-Optik)
·
Revolver, yaitu bagian yang berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif
yang diinginkan.
·
Tabung Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk menghubungkan lensa objekti dan lensa
okuler mikroskop.
·
Lengan Mikroskop, yaitu bagian yang berfungsi untuk tempat pengamat memegang
mikroskop.
·
Meja
Benda, yaitu bagian yang
berfungsi untuk tempat menempatkan objek yang akan diamati, pada meja benda
terdapat penjepit objek, yang menjaga objek tetap ditempat yang diinginkan.
·
Makrometer (pemutar kasar), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung
secara cepat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang
diinginkan.
·
Mikrometer (pemutar halus), yaitu bagian yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan tabung
secara lambat untuk pengaturan mendapatkan kejelasan dari gambaran objek yang
diinginkan.
·
Kaki
Mikroskop, yaitu bagian yang
berfungsi sebagai penyagga yang menjaga mikroskop tetap pada tempat yang
diinginkan, dan juga untuk tempat memegang mikroskop saat mikroskop hendak
dipindahkan.
5.
Cara
Penggunaan Mikroskop (https://biologi-indonesia.blogspot.co.id/2013/10/cara-atau-langkah-langkah-menggunakan.html)
|
|
1. Letakkan mikroskop di atas meja dengan cara memegang lengan
mikroskop sedemikian rupa sehingga mikroskop berada persis di hadapan pemakai
!
|
|
|
2.
Putar revolver sehingga
lensa obyektif dengan perbesaran
lemah berada pada posisi satu poros dengan
lensa okuler
yang ditandai bunyi klik pada revolver
|
|
|
3. Mengatur cermin dan diafragma untuk melihat kekuatan cahaya masuk,
hingga dari lensa okuler tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang).
|
|
|
4. Tempatkan preparat pada meja benda tepat pada lubang preparat dan
jepit dengan penjepit obyek/benda!
|
|
|
5.
Aturlah fokus untuk
memperjelas gambar
obyek dengan cara memutar pemutar kasar, sambil dilihat dari lensa okuler. Untuk mempertajam putarlah pemutar halus ! |
|
|
6. Apabila bayangan obyek sudah ditemukan, maka untuk memperbesar
gantilah lensa obyektif dengan ukuran dari 10 X,40 X atau 100 X, dengan cara
memutar revolver hingga bunyi klik.
|
|
7. Apabila telah selesai menggunakan, bersihkan
mikroskop dan simpan pada tempat yang tidak lembab.
|
|
8.
Cara Pemeliharaan Mikroskop
(http://www.alatlabor.com/article/detail/22/cara-merawat-mikroskop)
Beberapa
ketentuan dalam hal pemeliharaan mikroskop adalah sebagai berkut :
a.
Mikroskop harus disimpan di tempat sejuk, kering, bebas
debu dan bebas dari uap asam dan basa.Tempat penyesuaian yang sesuai ialah
kotak mikroskop yang dilengkapi dengan silica gel, yang bersifat higroskopis,
sehingga lingkungan sekitar mikroskop tidak lembab. Selain itu dapat pula
diletakkan dalam lemari yang diberi lampu untuk mencegah tumbuhnya jamur, atau
seperti gambar ini .
b.
Bagian mikroskop non optik, terbuat dari logam atau
plastik, dapat dibersihkan dengan menggunakan kain fanel. Untuk membersihkan
debu yang terselip di bagian mikroskop tersebut dapat digunakan kuas kecil
atau kuas lensa kamera.
c.
Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor)
dibersihkan dengan menggunakan tisue lensa yang diberi alkohol 70%. Jangan
sekali-kali membersihkan lensa menggunakan sapu tangan atau lap kain.
d.
Sisa minyak imersi pada lens objektif dapat dibersihkan
dengan xilol (xylene). Pada penggunaan xilol haruslah hati-hati, jangan sampai
cairan xilol menempel pada bagian mikroskop non optik, karena akan merusak cat
atau merusak bahan plastik, dan juga jangan menggunakan larutan ini kebagian
lensa yang lain kecuali produsennya menyatakan bahwa tindakan tersebut aman.
e.
Sebelum menyimpan mikroskop,
bersihkan selalu mikroskop tersebut, terutama hapus semua minyak imersi di
permukaan lensa, sehingga partikel yang halus tidak menempel dan menggumpal
serta mengering. Minyak dan partikel halus pada lensa dapat mengaburkannya dan
menyebabkan goresan. Hal ini menurunkan kemampuan lensa. Preparat yang
tertinggal di atas meja mikroskop merupakan pertanda jelas
suatukelalaian/kecerobohan.
f.
Sebelum menyimpan mikroskop, meja mikroskop diatur lagi dan lensa
objektif dijauhkan dari meja preparat dengan memutar alat penggeraknya ke
posisi semula, kondensor diturunkan kembali, lampu dikecilkan intensitasnya
lalu dimatikan (kalau mikroskop listrik).
Langkah – langkah Pemeliharaan Mikroskop
1.
Memegang mikroskop dengan kedua
tangan ketika mengangkatnya.
2.
Memulai pengamatan dengan
pembesaran lemah sebelum menggunakan pembesaran kuat.
3.
Tidak memutar tombol dengan
kasar.
4.
Menghilangkan kotoran pada
lensa mikroskop: Seringkali gambar mikroskop tetap kabur meski telah
diusahakan penyetelan focus halus. Ini seringkali disebabkan lensa depan
objektif yang kotor dan/atau lensa okuler. Untuk memastikan pada bagian mana
lensa kotor, pertama-tama lensa okuler diputar, dan kemudian, bila perlu, lensa
objektif diputar sambil mengamati cuplikan untuk menentukan kapan lapisan
kotoran yang kabur bergerak. Kemudian lensa yang kotor dibersihkan dengan
kertas transerat atau kertas lensa. Kondensor yang kotor pun dapat mengaburkan
gambar. Ketika membersihkan lensa depan objektif, harus diingat bahwa lensa
terpasang pada perekat yang dapat melarut dalam pelarut organic. Oleh karena
itu, lebih baik jika digunakan air suling untuk menghilangkan kotoran; jika
tidak bisa, digunakan pelarut organik yang mudah menguap sesedikit mungkin,
misalnya benzene atau eter minyak bumi.
5.
Memastikan mikroskop dalam
keadaan kering, sebelum dan sesudah digunakan.
9. Cara
membuat Preparat Mikroskop
(http://www.alatlabor.com/article/detail/39/cara-membuat-dan-mengamati-preparat-mikroskop)
Preparat ada 2 macam yaitu:
ü Preparat awetan dikerjakan pada waktu melakukan praktikum
mikroteknik tumbuhan dan preparat yang dihasilkan dapat disimpan cukup lama.
ü Preparat basah dilakukan
pada waktu praktikum struktur tumbuhan dan preparat yang dihasilkan tidak dapat
tersimpan lama
ü Dilakukan dengan cara pengirisan konvensional, yaitu diiris tipis
oleh silet yang baru atau cutter yang tipis dan tajam.
a. Cara membuat preparat non serbuk
Non
Irisan (Lemak):
a. Kaca objek yang telah bersih dari lemak ditetesi (1 tetes) reagen
ditengah - tengah kaca objek.
b. Peganglah bahan preparat tegak lurus dengan badan, apabila
bahan sangat tipis dapat dibantu dengan menyelipkan bahan pada empulur batang
manihot atau gabus
c. Letakkan silet/pisau/cutter pada bahan tersebut dengan membentuk
sudut < 30 derajat supaya mendapat irisan yang tipis. Arahkan pisau ke arah
badan.
d. Buatlah irisan-irisan 3-4 irisan.
e. Letakkan irisan-irisan tersebut pada kaca yang telah ditetesi
reagen.
f. Tutuplah dengan kaca penutup yang telah dibersihkan dengan hati-hati
dan pelan-pelan.
g. Hindari terbentuknya gelembung-gelembung air, menghindari dengan
dibantu dengan
h. meletakkan kaca penutup di atas kertas saringdan ditutupkan
pelan-pelan.
i.
Kelebihan air diisap dengan
tissue.
Cara Pengamatan
c. Aturlah pencahayaannya dengan menggunakan lensa objektif perbesaran
10x.
d. Letakkan preparat dibawah lensa objektif pembesaran 10 x dengan
posisi yang benar.
e. Carilah bayangan benda pada preparat, dengan memutar makrometer
sampai lensa objektif mendekati preparat kurang lebih 2mm siatasnya(lihatlah
dari pinggir), kemudian putar kembali makrometer keatas secara pelan-pelan,
sampai terlihat bayangan.
f. Apabila telah terlihat bayangan benda tersebut, tunjukanlah pada
bagian yang akan diamati, Perjelas dengan cara memutar mikrometer secara
perlahan-lahan dan putar lensa objektif ke perbesaran 40x. dan perjelas lai
dengan cara memutar mikrometer perlahan-lahan.
g. Menentukkan benda yang diamati dengan ukuran yang sesungguhnya dapat
dilakukan dengan menggunakan mikrometer dengan perhitungan :
Y=d/a
Y = panjang sel dalam mikron.
a = jumlah sel disepanjang luas pandang.
d = diameter luas pandang dalam mikron.
Y = panjang sel dalam mikron.
a = jumlah sel disepanjang luas pandang.
d = diameter luas pandang dalam mikron.
Irisan :
1.
Siapkan batang yang akan
diamati , pilihlah batang yang cukup lunak sehingga mudah diiris dengan silet
2.
Iris batang dengan silet secara melintang kea
rah tubuh setipis mungkin , untuk preparat yang seperti daun , kita dapat
menyelipkan daun pada potongan wortel atau gabus yang telah dibelah , kemudian
mengirisnya bersamaan.
3.
Letakkan hasil sayatan pada
obyek gelas dan tetesi air jika diperlukan tambahkan pewarna untuk memperjelas objek.
4.
Tutup dengan gelas penutup
perlahan lahan , usahakan agar tidak terbentuk gelembung udara
5.
Keringkan air yang berlebihan
disekitar kaca penutup dengan kertas isap
6.
Preparat siap untuk diamati
dengan mikroskop
b.
Cara membuat preparat Serbuk
1.
Siapkan objek gelas, cover glass dan bahan yang akan
diamati
2.
Ambil serbuk sebanyak ujung tusuk gigi, letakkan diatas
obyek glas.
3.
Tetesi dengan air 1-2 tetes, tutup dengan cover glass
secara perlahan – lahan untuk menghindari gelembung udara dengan cara tempelkan
ujung cover dengan ujung air miringkan perlahan – lahan hingga ujung sisi yang
lain menempel pada obyek glass.
4.
Bila masih terdapat gelembung udara maka bagian atas
objek gelas di gerak – gerakkan hingga gelembung udara menghilang
5.
Hisap air yang ada di luar preparat dengan menggunakan
cotton bud .
6.
Preparat siap diamati.
IV. Alat
yang di butuhkan
1.
Obyek gelas
2.
Cover glass
3.
Tusuk gigi
4.
Cotton bud
5.
Kertas lensa
6.
Kain flannel
V. Bahan yang di butuhkan
1. Bahan
a. Amylum Solani
b. Amylum Oryzae
c. Amylum Manihot
d. Amylum Tritici
e. Amylum Maydis
f. Amylum
Phaesoli
g. Amylum Marantae
h. Alkohol 70% atau
xylol
i.
Aquades
j.
Xylol/alcohol 70%
VI. HASIL
PRAKTIKUM :
|
NO
|
SISTEMATIKA TANAMAN
|
GAMBAR / FOTO SIMPLISIA
|
|
1.
|
Amylum Solani
Nama lain
: Pati kentang
Tanaman
asal : Solanum tuberosum L
Keluarga
: Solanaceae
Zat berkhasiat
utama / isi : Amilosa dan amilopektin
Penggunaan
: Zat tambahan untuk sediaan obat
Pemerian
: Serbuk halus , berwarna putih dan tidak berbau
Bagian
yang digunakan : Pati yang diperoleh dari umbi
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup baik
|
|
|
2.
|
Amylum Oryzae
Nama lain
: Pati beras
Tanaman
asal : Oryza sativa L
Keluarga
: Poaceae
Zat
berkhasiat utama / isi : Amilosa dan amilopektin
Penggunaan
: Zat tambahan untuk sediaan obat
Pemerian
: Serbuk sangat halus , berwarna putih
dan tidak berbau
Bagian
yang digunakan : Pati yang diperoleh dari biji
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup baik
|
|
|
3.
|
Amylum Manihot
Nama lain
: Pati singkong
Tanaman
asal : Manihot utilissima Pohl.
Keluarga
: Euphorbiaceae
Zat
berkhasiat utama / isi : Amilosa dan amilopektin
Penggunaan
: Zat tambahan untuk sediaan obat
Pemerian
: Serbuk halus , kadang – kadang berupa gumpalan kecil ,warna putih ,tidak
berbau dan tidak berasa
Bagian
yang digunakan : Pati yang diperoleh dari umbi akar
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup baik
|
|
|
4.
|
Amylum Tritici
Nama lain
: Pati gandum , pati terigu
Tanaman
asal : Triticum vulgare Vill.
Keluarga
: Poaceae
Zat
berkhasiat utama / isi : Amilosa dan amilopektin
Penggunaan
: Zat tambahan untuk sediaan obat
Pemerian
: Serbuk sangat halus , berwarna putih ,tidak berbau dan hampir tidak berasa
Bagian
yang digunakan : Pati yang diperoleh dari buah
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup baik
|
|
|
5.
|
Amylum Maydis
Nama lain
: Pati jagung , maizena , corn starch
Tanaman
asal : Zea mays L
Keluarga
: Poaceae
Zat
berkhasiat utama / isi : Amilosa dan amilopektin
Penggunaan
: Zat tambahan untuk sediaan obat
Pemerian
: Serbuk halus , berwarna putih, tidak berbau dan rasa lemah
Bagian
yang digunakan : Pati yang diperoleh dari biji yang masak
Penyimpanan
: Dalam wadah tertutup baik
|
|
|
6.
|
Amylum Phaseoli
Nama lain
: Pati kacang hijau , Hunkwee
Tanaman
asal : Phaseolus laureus Roxb
Keluarga
: Leguminosae
Zat
berkhasiat utama / isi : Amilosa dan amilopektin
Penggunaan
: Zat tambahan
Pemerian
: Serbuk putih, tidak berbau dan tidak
berasa
Bagian
yang digunakan : Pati yang diperoleh dari biji
Tempat
tumbuh : Indonesia , daerah tropik dan subtropik
|
|
|
7.
|
Amylum Marantae
Nama lain
: Pati Ararut
Tanaman
asal : Maranta aurandinacea L
Keluarga
: Marantaceae
Zat
berkhasiat utama / isi : Amilopektin (polimerisasi dari triamilosa) , amilosa
( polimerisasi dari diamilosa) , air maksimum 16% , abu maxsimum 0,5% , persenyawaan zat lemas 1% dan asam fosfat
Penggunaan
: bahan makan orang sakit atau yang baru sembuh
Pemerian
: Serbuk , warna putih, tidak berbau , tidak berasa , sering bergumpal tidak
beraturan dengan panjang sampai 8 mm , jika ditekan agak gemerisik.
Bagian
yang digunakan : Pati yang diperoleh dari akar tinggal
Tempat
tumbuh : Indonesia , Hindia Barat , Amerika Selatan sebelah utara
|
|
VII. CATATAN
PELAKSANAAN :
Kesulitan
saat praktek :
·
- Mencari objek yang diinginkan
·
- Pemasangan preparat
·
- Pemberian bahan pada preparat
·
- Meneteskan aquadest
·
- Memfoto objek
VII.
LITERATURE :
1. EGC Vol 2 Hal 159-160
2. Bambang Sutrisno 178-180
7. asensalo.blogspot.com
8. Buku Farmakognosi EGC Vol 2 hal 159-161
10. Farmakognosi Bambang Sutrisno hal 178-180
0 komentar:
Posting Komentar