Rabu, 03 Januari 2018

Kamus Farmakognosi



1. Amara : penambah nafsu makan


2. Anhidrotika : Mengurangi keluarnya keringat


3. Analgetika : Mengurangi rasa nyeri


4. Antelmintika : Membasmi cacing dari dalam tubuh manusia


5. Abses : Pengumpulan nanah dalam rongga yang terbentuk akibat kerusakan jaringan.


6. Anoreksia : Hilangnya atau berkurangnya nafsu makan.


7. Ansietas : Cemas,resah,rasa cemas yang berlebihan tidak sesuai dengan realitas.


8. Agranulositosis : Jumlah leukosit kurang dari 500 mm3


9. Artritis : Radang sendi terutama pada rheumatik


10. Anuria : Tidak terjadi eksin urin


11. Akromegali : Pembesaran disebabkan sekresi berlebihan somatotropin


12. Atonia : Relaksasi otot


13. Ataksia : Gangguan koordinasi gerakan


14. Asites : Penimbunan cairan dalam rongga perut


15. Asidosis : Penurunan pH darah dibawah 7,37


16. Anti fungi : Membasmi jamur


17. Anti hipertensi : Menurunkan tekanan darah


18. Anti piretika : Menurunkan suhu badan


19. Anti Emetika : Mencegah atau menghilangkan mual atau muntah


20. Anti diare : Menghentikan BAB yang bersifat diare


21. Anti Neuralgia : Menghilangka rasa sakit /nyeri


22. Anti reumatika : Menghilangkan sakit pada encok / rematik


23. Anti spasmodika : Pereda / pelawan keadaan kejang pada tubuh (pereda kejang)


24. Anti septika : Membasmi kuman (desinfekta)


25. Antidotum : Penawar racun


26. Antitusif : Pereda batuk tidak berdahak


27. Anti diabetika : Untuk mengobati kencing manis


28. Anti hemoroida : Untuk mengobati wasir


29. Anti Iritansia : Mencegah perangsangan pada kulit dan selaput lendir


30. Aprodisiaka : obat penguat syahwat


31. Astringensia : Menciutkan selaput lender atau pori / pengelat


32. Biopsi : Pengambilan jaringan dari mahluk hidup untuk pemeriksaan mikroskopik


33. Cardiaka : Untuk jantung


34. Cardiotonika : Untuk penguat kerja jantung


35. Cholagoga : Membantu fungsi dari empedu


36. Dismenorrhoe : Untuk menobati nyeri Haid


37. Dismenore : Menstruasi yang disertai dengan rasa sakit


38. Diaforetika : Memperbanyak keluarnya keringat / peluruh keringat


39. Digestiva : Merangsang pencernaan makanan


40. Diuretika : Melancarkan keluarnya air seni


41. Dilatator : Melebarkan pembuluh darah


42. Depuratif : Pembersih darah


43. Ensefalitis : Radang otak


44. Ekspektoransia : Mengurangi batuk berdahak


45. Emenagoga : Memperbanyak keluarnya haid / peluruh haid


46. Emetika : Menyebabkan muntah


47. Emoliensia :: menghaluskan, melembutkan, dan melemaskan jaringan kulit.


48. Flatulensi : Terbentuknya banyak gas dalam usus


49. Gonorrhoe : Kencing nanah


50. Hair tonic : Menguatkan atau menyuburkan rambut


51. Holitosis : Menyegarkan nafas


52. Hemostatika : Menghentikan pendarahan


53. Hipotiroidisme : kekurangan aktivitas kelenjar gondok (Tiroksin)


54. Insektisida : Membasmi serangga


55. Ileus : penyumbatan usus


56. Keratitis : Radang kornea mata


57. Konstipasi : Sembelit / Susah BAB


58. Karminativa : Mengeluarkan angin dari dalam tubuh manusia


59. Laktasi : produksi susu pada kelenjar payudara wanita setelah melahirkan


60. Laktagoga : Memperlancar ASI


61. Laktifuga : Menghentikan atau mengurangi ASI


62. Litotriptika : Menghancurkan batu pada kandung kemih


63. Laxantia/Laksativ : Melancarkan BAB / Pencahar


64. Meningitis : Radang selaput otak


65. Nephrolithiasis : Penyakit kencing batu


66. Neuropsikhiatrik :: gangguan saraf, kejiwaan.


67. Paralisis : Kelumpuhan total motorik


68. Parkinson : Penyakit dengan ciri adanya gemetar pada tangan dan kaki


69. Parasimpatolitika : pelawan efek perangsang saraf parasimpatik.


70. Pertusis : Batuk rejan / batuk 100 hari


71. Post partum : Setelah kelahiran


72. Roboransia/Tonikum : Obat kuat


73. Sedativa : Obat penenang


74. Skabicida : Obat kudis


75. Skorbut : Sariawan, gusi berdarah karena kekurangngan Vit C


76. Stomakika : Memacu enzim-enzim pencernaan


77. Trikhomoniasis : Penyakit kulit yang disebabkan jamur Trichofyton


78. Urolithiasis : adanya batu pada saluran kemih


79. Udema : Penimbunan cairan tubuh akibat gangguan metabolisme elektrolit dan retensi


80. vasodilatansia : memperlebar pembuluh darah








0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates